Cinta adalah cahaya harapan, Bunga
impian dan segala bentuk keindahan yang dimiliki dunia. Tuhan telah
menganugerahkan cinta pada manusia agar mereka saling berkasihsayang dan tak ada
lagi hal yang lebih manis dari cinta. Cinta adalah madu paling mujarab untuk
menyembuhkan segala penyakit manusia. Betapa cinta dapat menyembuhkan berbagai
penyakit yang terkandung dalam jiwa manusia, bahkan cinta pula yang
menggerakkan tubuh manusia untuk selalu bekerja dan berkarya. Manisnya cinta
tak perlu diragukan lagi, semua orang di dunia pasti pernah merasakan itu.
Tetapi tidak adil rasanya jika rasa
pahit yang dirasakan beberapa orang yang dilukai cinta tidak dibahas dan
dilupakan begitu saja. Sebagai sebuah anugerah Tuhan ternyata cinta juga akan
terasa pahit bagi beberapa orang. Banyak kisah pahit yang terjadi dalam dunia
percintaan manusia. Pengkhianatan, penipuan, bahkan cinta sepihak yang tak
pernah terbalas hingga kapan pun. Lalu bolehkah Tuhan yang dipersalahkan,
karena menciptakan cinta dengan dua rasa, terasa manis pada suatu saat dan
pahit pada saat berikutnya. Hanya orang bodoh yang berani melakukan hal
tersebut. Menyalahkan Tuhan untuk kesalahan yang ia lakukan sendiri. Beruntung
Tuhan tak langsung menghakimi orang-orang yang sempat berpikiran buruk terhadap
cinta yang telah diberikan Tuhan.
Lalu, harus bagaimana manusia
menyikapi pahit-manisnya cinta yang bisa menimpa seluruh umat manusia itu?
Manusia akan bahagia jika merasakan manisnya cinta dalam hidupnya. Ia akan
tertawa merasakan manisnya cinta mengalir dengan hangat dalam hatinya. Tapi
bagaimanakah manusia akan menghadapi terjangan kebencain dalam hidupnya?
Bagaimana manusia akan terbebas dari pahitnya cinta yang mengancam dirinya.
Seandainya manusia mau berpikir,
pahit atau manis cinta sebenarnya bukan suatu hal yang harus dinikmati secara
terpisah. Nikmatnya cinta itu layaknya secangkir kopi hitam dengan dua sendok
gula. Gula terasa manis, kopi terasa pahit, jika gula dan kopi dinikmati dalam
waktu yang berbeda, tentu rasanya pun akan berbeda. Manis pada suatu waktu dan
pahit pada waktu yang lain. Tapi, secangkir kopi yang diseduh bersamaan dengan
dua sendok gula tentu akan terasa nikmat disetiap saat. Selain harum, rasa
manis dan menyegarkan akan dihadirkan oleh secangkir kopi dengan dua sendok
gula tersebut, begitu pula dengan cinta.
0 komentar:
Post a Comment