Suatu
hari di ladang kehidupan
Dengan
hasrat yang membara jiwaku menanam sebutir cinta
Demi
yang menyatukan cinta dengan Tuhannya
Jiwaku
bersumpah
Baginya
cinta adalah firman Tuhan untuk jiwa-jiwa sepi
Dan
jiwaku berjuang demi cinta-NYA
Demi
yang memisahkan kasih dengan kesedihannya
Bagaimana
kubendung luapan asmara jiwaku
Gelora
cintanya mengguncang keimananku
Dan
diriku bergetar dalam resonansi tak terdeteksi
Demi
yang menjadi awal bagi akhir
Jiwaku
memeras airmatanya
Dan
aku menangis di ladang cinta keimanan
Tertidur
dan bermimpi dalam nyanyian malam
Aku
mencintai jiwaku
Dan
jiwaku mencintai cintanya
Wado,
13 Agustus 2014
0 komentar:
Post a Comment