Pada
suatu malam, bulan tertutup awan-awan kehampaan
Seorang
wanita, tertimpa duka nestapa
Biduk
cintanya karam dihantam nista
Tangan-tangan
takdir merampas cahaya jiwanya
Ia
terisak
Bersedih
untuk kisah pilu dalam hidupnya
Ah,,,
malang nasibmu, wahai wanita
Di
malam yang sama
Seorang
lelaki dewasa dimangsa oleh kutukan
Biduk
kasihnya diterkam badai cinta tanpa tuan
Di
tengah lautan cintayang mengamuk
Cintanya
dikebiri
Mimpi-mimpinya
diingkari takdir kedustaan
Ia menangis. Hatinya hancur
Lalu
di sudut hati ini, aku menangis
Di
bawah bayang-bayang pertikaian dan amarah
Seorang
anak telah dipasung dalam mimpi-mimpi kesedihan
Ia
menangis, namun tanpa air mata
Ia
berontak, namun tiada yang melihatnya
Entah,
duka apa yang ia rasakan?
Wado,
6 Agustus 2014
0 komentar:
Post a Comment