Friday, October 17, 2014

Prahara Rumah Tangga

Share

Pada suatu malam, bulan tertutup awan-awan kehampaan
Seorang wanita, tertimpa duka nestapa
Biduk cintanya karam dihantam nista
Apalah daya wanita?
Tangan-tangan takdir merampas cahaya jiwanya
Ia terisak
Bersedih untuk kisah pilu dalam hidupnya
Ah,,, malang nasibmu, wahai wanita
Di malam yang sama
Seorang lelaki dewasa dimangsa oleh kutukan
Biduk kasihnya diterkam badai cinta tanpa tuan
Di tengah lautan cintayang mengamuk
Cintanya dikebiri
Mimpi-mimpinya diingkari takdir kedustaan
 Ia menangis. Hatinya hancur
Lalu di sudut hati ini, aku menangis
Di bawah bayang-bayang pertikaian dan amarah
Seorang anak telah dipasung dalam mimpi-mimpi kesedihan
Ia menangis, namun tanpa air mata
Ia berontak, namun tiada yang melihatnya
Entah, duka apa yang ia rasakan?


Wado, 6 Agustus 2014

0 komentar:

Post a Comment