
UPI
Sumedang adalah salahsatu Perguruan Tinggi yang lumayan populer di Kota
Sumedang. UPI Sumedang ini sudah banyak menghasilkan guru-guru berkualitas di
Jawa Barat. Tahukah Anda? Ternyata beberapa hal unik yang ada di UPI Kampus
Daerah Sumedang tercinta ini. Apa saja sih? Ini dia pemaparannya.
Pada semester awal, banyak mahasiswa UPI Sumedang yang histeris dengan kondisi bangunan UPI yang ia lihat,,,, ada mahasiswa yang berkata “ Ya,,,, Tuhan apa salah hamba, sehingga disesatkan ke kampus ini”, seiring dengan berjalannya waktu mereka mulai menerima atau mungkin pasrah dengan keadaan.
Mahasiswa UPI Sumedang banyak yang berasal dari Cirebon, Majalengka, dan Kota Sumedang sendiri. Selain itu, adapula mahasiswa dari kota-kota lain seperti: Batam, Indramayu, Kuningan, Bogor, Banten, Garut, Bandung, Medan dan lain-lain.
Mahasiswa UPI Sumedang banyak yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, hanya beberapa saja yang berasal dari kalangan atas.
“Mudik” adalah kegiatan yang paling diminati oleh mahasiswa UPI Sumedang yang berasal dari luar Kota.
Masalah mudik ini seringkali menghambat kegiatan UKM dan ekstrakurikuler di kampus, dan dikeluhkan oleh beberapa orang yang ingin membuat kegiatan di kampus tercinta ini. Namun, beberapa waktu ke belakang masalah mudik mulai teratasi dengan adanya event yang menarik.
Kegiatan semester pertama di UPI Sumedang cenderung lebih padat daripada semester dua. Banyak yang menyebabkan hal ini salahsatunya adalah program mentoring keagamaan yang wajib diikuti seluruh mahasiswa yang mengontrak matakuliah PAI.
Rata-rata mahasiswi UPI Sumedang memakai kerudung di saat kuliah ataupun saat kegiatan sore hari. Kamu serasa berada di surga dengan bidadari shaleha yang selalu ada di sekeliling kampus.
Beberapa mahasiswa UPI Sumedang mengeluhkan sedikitnya tempat nongkrong di sekitar kampus. Namun, hal ini tak membuat mahasiswa enggan nongkrong di kampus.
Setelah mengalami perjuangan panjang dari mahasiswa-mahasiswa terbaik UPI Sumedang dan bantuan dari dosen, Akhirnya fasilitas kampus berupa mesin ATM dan wifi mulai beroperasi dalam beberapa waktu belakangan.
Terdapat empat titik hotspot di kampus Sumedang, yakni area gedung utama, ruang seni, kantin, dan ruang kelas Gedung F. Wifi ruang seni menjadi idola dari keempat area tersebut.
UPI Kampus Sumedang baru saja keluar dari krisis kelangkaan infokus yang akut. seringkali mahasiswa berebut infokus. Bahkan ada yang datang pagi-pagi hanya karena tak mau kehabisan infokus.
Pemilihan mahasiswa berprestasi (mapres) kurang diminati oleh mahasiswa UPI Sumedang, mahasiwa sering berdalih bahwa mereka tidak berani untuk mewakili kampus sebagai mahasiswa terbaik UPI Sumedang, keterampilan berbahasa inggris yang jelek menjadi kambing hitam dalam kasus ini.
Semenjak adanya wifi, beberapa mahasiswa terlihat betah di kampus, bahkan ada mahasiswa yang menginap di kampus hanya untuk berburu wifi gratis.
Prestasi UPI Kampus Sumedang dalam even 2 tahunan TCA (temu civitas akademik) merupakan yang terbaik dari Kampus Daerah yang lain.
Ketinggalan barang di Kampus merupakan hal yang harus Anda hindari, kemungkinan besar barang yang tertinggal, apalagi berbentuk uang akan hilang entah kemana.
Upayakan tidak membawa helm yang terlalu bagus ke kampus, karena bisa mengundang tindak pencurian. Kamu gak mau kan jadi korban pencurian helm
Masalah beasiswa yang penuh kontroversi merupakan penyakit laten yang masih menjangkiti kampus tercinta ini. Beasiswa PPA dan BBM yang sejatinya diberikan dalam 2 semester yakni sebesar 2,1 juta per semesternya hanya diberikan satu kali saja. Lalu kemana uang yang satu semesternya?. Entahlah,,,,,
Beberapa Mahasiswa UPI Sumedang memiliki bakat bisnis yang bagus, terbukti dengan adanya mahasiswa yang mendirikan bisnis kuliner “Angkringan” dan “Kopi Opang”. Selain itu ada pula mahasiswa yang memiliki bisnis kecil-kecilan seperti jualan pulsa, jualan roti, jualan baju dan sebagainya. Kerennya lagi, beberapa sudah sukses bergelut dalam bisnis online “forex”.
Siomay, batagor, rujak dan lumpia basah merupakan makanan favorit dari mahasiswa UPI Sumedang.
Meskipun pada awalnya kurang diminati, Program Kreatifitas Mahasiswa di UPI Sumedang berkembang dengan baik dan melahirkan karya-karya yang inovatif.
Beberapa mahasiswa UPI Sumedang memiliki pekerjaan sampingan di luar kampus, seperti bisnis pembuatan artikel, bisnis kue, bisnis konveksi dan berbagai pekerjaan keren lainnya.
Penjelasan di atas hanyalah segelintir hal unik yang dapat saya rangkum. Terima kasih sudah merelakan waktu luang Anda untuk membaca tulisan saya.
Pada semester awal, banyak mahasiswa UPI Sumedang yang histeris dengan kondisi bangunan UPI yang ia lihat,,,, ada mahasiswa yang berkata “ Ya,,,, Tuhan apa salah hamba, sehingga disesatkan ke kampus ini”, seiring dengan berjalannya waktu mereka mulai menerima atau mungkin pasrah dengan keadaan.
Mahasiswa UPI Sumedang banyak yang berasal dari Cirebon, Majalengka, dan Kota Sumedang sendiri. Selain itu, adapula mahasiswa dari kota-kota lain seperti: Batam, Indramayu, Kuningan, Bogor, Banten, Garut, Bandung, Medan dan lain-lain.
Mahasiswa UPI Sumedang banyak yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, hanya beberapa saja yang berasal dari kalangan atas.
“Mudik” adalah kegiatan yang paling diminati oleh mahasiswa UPI Sumedang yang berasal dari luar Kota.
Masalah mudik ini seringkali menghambat kegiatan UKM dan ekstrakurikuler di kampus, dan dikeluhkan oleh beberapa orang yang ingin membuat kegiatan di kampus tercinta ini. Namun, beberapa waktu ke belakang masalah mudik mulai teratasi dengan adanya event yang menarik.
Kegiatan semester pertama di UPI Sumedang cenderung lebih padat daripada semester dua. Banyak yang menyebabkan hal ini salahsatunya adalah program mentoring keagamaan yang wajib diikuti seluruh mahasiswa yang mengontrak matakuliah PAI.
Rata-rata mahasiswi UPI Sumedang memakai kerudung di saat kuliah ataupun saat kegiatan sore hari. Kamu serasa berada di surga dengan bidadari shaleha yang selalu ada di sekeliling kampus.
Beberapa mahasiswa UPI Sumedang mengeluhkan sedikitnya tempat nongkrong di sekitar kampus. Namun, hal ini tak membuat mahasiswa enggan nongkrong di kampus.
Setelah mengalami perjuangan panjang dari mahasiswa-mahasiswa terbaik UPI Sumedang dan bantuan dari dosen, Akhirnya fasilitas kampus berupa mesin ATM dan wifi mulai beroperasi dalam beberapa waktu belakangan.
Terdapat empat titik hotspot di kampus Sumedang, yakni area gedung utama, ruang seni, kantin, dan ruang kelas Gedung F. Wifi ruang seni menjadi idola dari keempat area tersebut.
UPI Kampus Sumedang baru saja keluar dari krisis kelangkaan infokus yang akut. seringkali mahasiswa berebut infokus. Bahkan ada yang datang pagi-pagi hanya karena tak mau kehabisan infokus.
Pemilihan mahasiswa berprestasi (mapres) kurang diminati oleh mahasiswa UPI Sumedang, mahasiwa sering berdalih bahwa mereka tidak berani untuk mewakili kampus sebagai mahasiswa terbaik UPI Sumedang, keterampilan berbahasa inggris yang jelek menjadi kambing hitam dalam kasus ini.
Semenjak adanya wifi, beberapa mahasiswa terlihat betah di kampus, bahkan ada mahasiswa yang menginap di kampus hanya untuk berburu wifi gratis.
Prestasi UPI Kampus Sumedang dalam even 2 tahunan TCA (temu civitas akademik) merupakan yang terbaik dari Kampus Daerah yang lain.
Ketinggalan barang di Kampus merupakan hal yang harus Anda hindari, kemungkinan besar barang yang tertinggal, apalagi berbentuk uang akan hilang entah kemana.
Upayakan tidak membawa helm yang terlalu bagus ke kampus, karena bisa mengundang tindak pencurian. Kamu gak mau kan jadi korban pencurian helm
Masalah beasiswa yang penuh kontroversi merupakan penyakit laten yang masih menjangkiti kampus tercinta ini. Beasiswa PPA dan BBM yang sejatinya diberikan dalam 2 semester yakni sebesar 2,1 juta per semesternya hanya diberikan satu kali saja. Lalu kemana uang yang satu semesternya?. Entahlah,,,,,
Beberapa Mahasiswa UPI Sumedang memiliki bakat bisnis yang bagus, terbukti dengan adanya mahasiswa yang mendirikan bisnis kuliner “Angkringan” dan “Kopi Opang”. Selain itu ada pula mahasiswa yang memiliki bisnis kecil-kecilan seperti jualan pulsa, jualan roti, jualan baju dan sebagainya. Kerennya lagi, beberapa sudah sukses bergelut dalam bisnis online “forex”.
Siomay, batagor, rujak dan lumpia basah merupakan makanan favorit dari mahasiswa UPI Sumedang.
Meskipun pada awalnya kurang diminati, Program Kreatifitas Mahasiswa di UPI Sumedang berkembang dengan baik dan melahirkan karya-karya yang inovatif.
Beberapa mahasiswa UPI Sumedang memiliki pekerjaan sampingan di luar kampus, seperti bisnis pembuatan artikel, bisnis kue, bisnis konveksi dan berbagai pekerjaan keren lainnya.
Penjelasan di atas hanyalah segelintir hal unik yang dapat saya rangkum. Terima kasih sudah merelakan waktu luang Anda untuk membaca tulisan saya.
ini akan menjadi kenangan di masa kampus :D
ReplyDeletesipp bro
ReplyDeletehahahahaaaa alus zomb
ReplyDeletenuhun mang
ReplyDelete5 titik hotspot uy, Utama, Seni, Kantin, Kelas gedung F, dan Penjas gedung C. hanya saja sekarang yang sering aktif Utama sama Seni aja. ga tau yang lainnya entah kemana? :D
ReplyDeleteMuhun Nde,,, ke dilereskeun, lamun keyeng :)
ReplyDeletefakta yang sederhana tapi konyol :D
ReplyDelete:D hiihi,,, saya suka yang sederhana dan konyol :)
ReplyDeletehisteris melihat bangunan kampus akwkakak
ReplyDelete