Malam ini aku duduk di
kampusku bersama seorang gadis cantik
Aku begitu betah, dan tak
mau pulang
Jika pulang pun ingin
rasanya membawa gadis itu dan kukenalkan pada ibuku
Mungkin dia akan jadi ibu
bagi anak-anakku juga
Ah,,, apa salahnya berkhayal
Dia gadis cantik dengan
jilbab syar’i melekat pada tubuhnya
Senyumnya menawan
Ingin rasanya kusiram air
keras padanya agar senyumnya abadi
Khayalanku pudar
Seorang munci genit datang
padanya
“Siapakah dia?”
“Kenapa bisa ia berteman
dengan munci murahan itu?”
Hatiku meradang, kesal,
kecewa dan marah
Gadis itu berlalu, ia
berjalan ke lorong gelap bersama kawanan munci
Dan aku mulai membenci
diriku
Sumedang, 18 Juli 2015

0 komentar:
Post a Comment